Kutipan Novel Supernova Partikel Dee lestari

By On Senin, Januari 20th, 2014 Categories : kata-kata
Kutipan Novel Supernova Partikel Dee lestari – Ini buku karya Dewi “Dee” Lestari dan sudah dapat dipastikan ini merupakan Novel yang penuh dengan pemilihan kata yang sangat memukau mantab, bahasa kritis dan kontemplasi bisa muncul di bagian mana saja. Semua kutipan ini begitu indah seperti kata mutiara yang menelusup mencari makna

 

Berikut kutipan Novel Supernova – Partikel :

 

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
― Dee, Supernova: Partikel

“Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu tambah ruwet, meski yang mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak benar-benar hadir untukmu.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Akhirnya ku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk terluka.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Masih perlukah aku bertanya atas sesuatu yang sebetulnya sudah kuketahui jawabannya?”
― Dee, Supernova: Partikel

“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit kembali setelah berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai di mana dan kapan. Tidak ada yang tahu.
Your strength is simply your will to go on.
Supernova: Partikel”
― Dee, Supernova: Partikel

“Jangan pisahkan dirimu dari binatang.”
“Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia,” ujarnya sambil tersenyum.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Aku kini percaya. Manusia dirancang untuk terluka.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan?”
― Dee, Supernova: Partikel

“Tidak ada yang lebih menyakitkan dari kepedihan yang tidak bisa ditangiskan.”
― Dee, Supernova: Partikel

“We’re built for drama. While they will always be orangutans.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Saya melihat tumor itu semacam pemicu untuk saya mencari lebih dalam, mempertemukan saya dengan lebih banyak pengetahuan, membuka mata saya bahwa penyakit bukan sekadar gangguan. Tapi kode. Kode dari tubuh bahwa ada hal dalam hidup kita yang harus dibereskan.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit lagi setelah berkali-kali jatuh. jangan pikirkan kamu akan sampai di mana dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strength is simply your will to go on”
― Dee, Supernova: Partikel

“Entah apa yang membuat hubungan mereka lebih mirip musim mangga. Membeludak dalam satu waktu, lalu hilang kembali berbulan-bulan. Seperti ada tombol yang bisa dengan cepat mengubah mereka dari sepasang kekasih menjadi sahabat biasa.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Itulah satu hal yang tidak bisa kamu palsukan: intention,” jelas Dave. “Mau manusia atau ET, saya rasa itu hukum universal. Intention speaks louder than any code.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Keluar dari sini, aku berharap bisa berbahagia untuk Ibu. Untuk Pak Ridwan. Untuk Hara. Untuk diriku sendiri karena keluargaku sudah ada yang mengayomi. Namun, sejenak saja di sekat kecil wartel ini, aku ingin menangis untuk Ayah. Untuk ketiadaannya. Untuk rumah mungil kami yang sebentar lagi tidak berpenghuni. Untuk lembar lain sebuah masa.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Manusia berbagi 63% kesamaan gen dengan protozoa, 66% kesamaan gen dengan jagung, 75% dengan cacing. Dengan sesama kera-kera besar, perbedaan kita tidak lebih dari tiga persen. Kita berbagi 97% gen yang sama dengan orang utan. Namun, sisa tiga persen itu telah menjadikan pemusnah spesiesnya. Manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir saja gen berbeda.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Setiap pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan hanya waktu.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Banyak hal yang nggak perlu kedengeran bunyinya, tapi kelihatan dari tindakannya.”
― Dee, Supernova: Partikel

“…manusia telahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur ke luar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta.” (hal. 8

HALAMAN    1       2             4        5                                                                     NEXT   

loading...
Kutipan Novel Supernova Partikel Dee lestari | Destiara Cahaya | 4.5
Leave a Reply